Teratai

Kriiing …..

o-> : Hai.. sedang apa
o-+ : Baca buku, kamu?
o-> : Duduk di teras belakang rumah, sekarang hujan.. dingin…
o-+ : Ngapain?
o-> : Di deket kolam…lihat Ikan,lihat katak, lihat teratai
o-+ : Truss…kok jadi melow?
o-> : Teratai, mengingatkan kamu..
o-+ : Ehmm..Teratai? bukan katak ?
o-> : Ehmm..Kamu Terataiku..
o-+ : terima kasih.. 😀
o-> : Wanita hebat yang tak akan menyerah kepada keadaan
o-+ : Cukup hebat…Kadang aku ingin menyerah, Pasrah..
o-> : Kamu tak akan sanggup untuk menyerah, aku tak akan membiarkanmu..
o-+ : I do my best … terimakasih untuk support nya
o-> : kamu teratai…Dimanapun kamu tumbuh, kamu tetap KUAT dan INDAH
o-+ : Terimakasih untuk doa nya..I miss you
o-> : I.L.U



:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
@Percakapan suatu malam tentang kasih,sepi,sendiri, dan berbagi.

Advertisements

3 thoughts on “Teratai

  1. hwehehehe…
    besok2 kayaknya mulai dengan panggilan: “terataiku…” nih!
    seperti ini kira-kira:
    “terataiku…”
    “ya cintaku??”

    howehehehe….

    sebenernya sih bukan ini komen yang mau dikasih. tp secara udah ilang dr peredaran duniakecilku, jadi gak tau mau nulis apa, malah sedikit mencela.

    tapi…
    cuma satu komentarku:
    “sweet”

    kadang, memang ada moment dimana mendadak tanpa angin tanpa geledek, rasanya pengen mengekspresikan cinta pada seseorang dengan cara yang berbeda dari biasanya.
    it’s the sweetest thing i suppose (kalo keseringan juga bosen kali yee)

  2. Wuuuiihh!!
    Daleeem bgt niy Mba Nuii postingannya..
    Abis selesai bacanya, ada sensasi rasa yang gimana gitu.
    Yupe! Rasanya “ngelangut, nelongso”(duh ga tau niy terjemahan bakunya?).
    Daleem, cheesy, tapi adem plus buat aku jadi mikir dan ngerenungin “teratai” itu.
    Afterall, semoga tetap jadi cewek tegar yang ga akan menyerah pada keadaan apapun ya Mba..

  3. TO: Tuan Poetri dan Si keren Shanty

    Makasih untuk koment nya
    Ternyata gw berbakat untuk nulis juga ya sampe orang-orang nebak itu tulisan based on true story atau fiksi ha..haa..ha.. [narsis mode on nih..] tapi kapan lagi bisa narsis kalo bukan di blog sendiri bukan begitu?

    Anyway darimana pun sumber inspirasinya,bukankah setiap orang punya sisi romatisme dalam hidupnya? asal nga d lihatin tiap hari kali ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s