Kado

Berawal dari gw dapet kado ulang tahun dari temen-temen kantor [akhirnya] ngasih kado juga setelah ulang tahunnya lewat hampir 3 bulan yang lalu ;D [kadang suka rada-rada nih mentang-mentang gw biasanya debt collector&panitia kado mengado kalo ada yang ultah,giliran gw yang ultah terlupakan dech hikkssss] tapi nga apa-apa dech akhirnya dapat kado juga [ngareeep]. kadonya sendal symbolize,sabun&shower gel nya bodyshop plus 2 buku samira&samir dan burned alive. baru lihat cover nya, samira&samir udah di “take” duluan sama mimi jadi gw belum tahu isinya kayak apa tapi kalo gw lihat dari resensi nya sih tentang keberanian seorang wanita yang berjuang demi menemukan jalan hidup nya [biasanya sih mengharukan khas karya timur ;p] Burned alive baru tapi pagi mulai gw baca.

Jadi semangat untuk baca nih.. nga tau kenapa gw nga merasa diri gw feminis tapi gw punya ketertarikan yang hebat kalo udah menyangkut buku yang bertema wanita,nga peduli dari barat atau timur..


Cerita yang dahsyat, tentang pergulatan gadis Afganistan yang mengikuti kata hatinya dan mencari eksistensi ditengah dominasi dunia maskulin. Kisah cinta yang diwarnai kegetiran hidup dan keberanian seorang perempuan yang berjuang demi menemukan jalan hidupnya sendiri.

Burned Alive merupakan sebuah kesaksian yang mengguncangkan, sebuah kisah nyata yang hampir tak bisa dipercaya, mengisahkan tentang keberanian luar biasa dan ketahanan hidup seorang perempuan. Kisah ini juga merupakan sebuah panggilan untuk mendobrak tabu kebisuan yang membentengi praktik-praktik sangat brutal yang tidak mengindahkan nasib kaum perempuan, yang menjadi korban kekejaman adat-istiadat tradisional

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Advertisements

2 thoughts on “Kado

  1. bu guru bu guru…
    feminis apaan siiih? heheheh.

    indeed!
    cerita dari timur tengah emang selalu bikin ‘nyesek’. dengan ‘korban’ para kaum wanita dan lucunya selalu meng-atasnama-kan agama. islam lebih tepatnya. bukannya itu jadi bikin persepsi yang negatif mengenai islam ya?
    padahal, lagi-lagi itu masalah ‘adat’, ‘sosial’. cuma, kebetulan hal2 seperti itu terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut agama islam. makin mempertegas persepsi negatif bukaan??

    emang siih, gak semua orang memiliki pemikiran sama mengenai tradisi itu, tapi mayoritas begitu bukan? maksudnya, gak semua mengikuti tradisi ‘mengikat’ seperti itu. banyak juga kaum demokrat/liberal yang hidup di lingkungan bertradisi ‘aneh’ macam itu bukan?

    lucunya, ‘adat’ ini berkembang di benua asia-afrika, dan indonesia pun gak terlepas dari ‘adat’ yang seringkali merugikan kaum perempuan…

    yaah, terlepas yang baca tergolong dalam klasifikasi feminis atau menimbulkan anggota feminis baru, yang penting buku-buku dari timur-tengah dan sekitarnya itu enak buat dinikmati kok.
    seenggaknya jadi nambah cara pandang suatu masalah, bukan?
    yeah, sedikit banyak pasti nimbulin percikan-percikan pemberontakan dalam diri, secara sesama perempuan aja kaliii… tapi semua kembali lagi ke gimana kita mandang satu masalah. bukaaann??

    btw, masih jadi pertanyaan besar… feminis itu apa siiih??? ^_^

  2. Lhooo….dek poetrij kok nanya feminis apa emang situ bukan feminis ya heee..hee..heee… [penganut paham “brondong no problem” dan “poliandri] harus feminis ya??? ;p

    Nga tau ya makna sebenarnya kata FEMINIS itu apa?
    apakah orang yang “peduli” dengan segala sesuatu yang menyangkut hak wanita itu di sebut feminis??

    lalu apakah perbedaan feminis sejati dan feminis “by situation” ????

    Ora ngerti aku…mumet ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s