>BULAN

>

Meskipun terang bulan malam itu tidak seterang hatiku, tapi pendar cahaya yang memantul dari sang bulan cukup memberi arti lebih dalam perjalanan panjangku bersama dia menyusuri pinggir selatan Jakarta.. Entah kenapa malam itu kami terasa bisu, Bukan karena sedang ada masalah diantara kami atau kami telah habis bahan pembicaraan tapi sepertinya kami telah bersepakat untuk saling diam menikmati dinginnya malam dan melihat pendar cahaya bulan yang terasa seperti jutaan volt menerangi langit dan memberikan kebahagiaan tersendiri dalam hati ini. Aku tak tahu apakah malam itu bulan pantas disebut bulan purnama tapi yang aku sadar malam itu bulan terlihat sangat bulat . aku hanya menoleh ke sisi kanan ketika dia bergumam menyebut bulan purnama, dan kami tersenyum mengingat bulan purnama kami di pantai beberapa waktu yang lalu :
Entah mengapa cahaya bulan selalu memberi arti tersendiri buat kami, aku berusaha menghitung berapa banyak waktu kebersamaan kami tiba-tiba menjadi sunyi ketika menikmati siraman cahaya bulan tapi seperti nya tak terhitung karena kami selalu menikmati cahaya bulan sambil berdiam… mungkin seperti kamu yang menikmati sunset atau kerlip bintang dengan tanpa suara. dan diakhir perjalanan kami berencana untuk pergi ke boscha di lembang, tidak hanya untuk menikmati bulan tapi menikmati seluruh angkasa dan tentu saja dengan tanpa suara :)
I can’t wait boscha….

Advertisements

One thought on “>BULAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s