Somewhere home

Ternyata sendiri itu bukan berarti sepi…

Setelah dari kamis aku sedikit relax dan menikmati keriangan bandung dengan si maz akhirnya kemarin aku sendiri lagi :( kok tepat banget ya sama suasana nyepi hee..hee..hee..

Ya kemaren aku sendiri tapi tidak berarti sepi karena dalam sendiri akhirnya sempet juga ke salon sekedar memanjakan diri, mampir ke salah satu kafe untuk meneguk segelas iced chocolate di Margo city kemudian berpindah ke toko buku untuk melirik sejenak sekeliling dan menjatuhkan hati ke salah satu yang ada di situ ;;) hushhh… jangan mikir yang aneh-aneh karena bukan melirik laki-laki disekeliling tapi melirik buku-buku yang ada di gramedia depok dan menjatuhkan hati ke sebuah buku, somewhere home karya Nada awar jarar. Ya lagi-lagi karya dari timur dan tentang perempuan juga… entah kenapa meskipun kadang aku bisa menebak alur cerita karya-karya dari timur tengah tapi tak pernah menyurutkan keinginan hati untuk terus membaca. mungkin karena temanya tentang wanita ya.. :D

Somewhere home bercerita tentang:

~ Maysa kembali ke rumah yang merupakan rumah kakek-neneknya ketika dia masih kanak-kanak, di sebuah desa jauh di atas bukit Gunung Lebanon.

~Aida, yang lama sejak dia meninggalkan negeri kelahirannya, kembali ke Lebanon untuk menelusuri roh seorang pengungsi Palestina yang dianggap ayah keduanya ketika dia masih kanak-kanak.

~ Salwa, kini seorang wanita tua direnggut dari tanah airnya saat dia seorang istri dan ibu muda mengingat kembali kehidupannya dari tempat tidurnya di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarganya, namun tetap, dalam perasaannya, jauh dari rumah.


Aku belum bisa bercerita banyak tentang makna dan isi buku ini karena semalam baru sempat baca prolog nya aja tapi sepertinyaInti cerita nya tentang pencarian spirit, ketenangan jiwa, jalan pulang… bukan menuju rumah secara harfiah tapi menuju rumah jiwa kita… seperti salah satu komen yang ada di buku tersebut.

“Di zaman ketika orang makin tercerabut dari akarnya, kisah ini mengajak kita menyusuri jalan pulang ke rumah jiwa kita sendiri.” -Brian Keenan-

pembelajaran untuk @ nuuii :

Rasa Sepi bukan karena kita sedang sendirian atau faktor ketidakhadiran orang-orang di sekeliling kita tapi lebih pada penempatan perasaan atau feel kita. dalam banyak kasus ketika feel kita sedang tidak bagus bukankah dalam keramaian pun kita bisa merasa sepi??
Advertisements

One thought on “Somewhere home

  1. being alone and feeling lonely memang dua hal yang berbeda sih, hehehe.

    tanpa disadari, gw suka tuh mengasingkan diri di tengah keramaian orang. mendadak aja memutuskan diri untuk mencerabut (meminjam istilah Brian itu) jiwa sampai ke akarnya. seperti ada bunyi scratching “Szzrruuttsss” gituh lalu berada di dunia yang jauh dari keramaian. tenggelam dalam arusnya untuk waktu yang lama. beda tipis sama ngelamun sih, hehehe.

    but somehow, like it or not, kita butuh kok ‘sendiri’ untuk beberapa saat. untuk sekedar ‘melihat’ dan ‘merasa’. kadang, karena berpikir kita makhluk sosial, jadi suka lupa sama ‘kebutuhan pribadi’ seperti bercakap-cakap dengan ‘hati’ atau sekedar mendengarkannya.

    kalo ‘merasa’ sendiri di tengah keramaian… beda tipis sama ‘lost in space’ gak ya?? hahaha. kalo itu sih, berarti gw sering dong, haha!
    mungkin perlu ‘menyendiri’ biar gak ‘merasa’ sendiri [hmm, membingungkan ya?hahaha]

    |a restless soul hides inside a stable form of bones and skin|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s