ALUR

Belajar untuk menerima dan menikmati alur kehidupan, mungkin itu hikmah yang dapat dipetik dari beberapa peristiwa yang saya atau orang-orang terdekat saya alami. kalau diingat – ingat rasanya hampir dua bulan ini saya mendengar berbagai cerita yang cukup membuat saya bergidik dan mengeryitkan dahi. dari cerita seorang teman yang baru menikah dua tahun tapi harus mengikhlaskan suaminya menghadap kehadirat ilahi, curhatan dari seorang sahabat perempuan saya semasa smp yang harus menikah tanpa restu dari ibu mertuanya karena perbedaan status sosial, keluh kesah seorang kerabat dekat yang kehilangan pekerjaan yang telah hampir sepuluh tahun menghidupi keluarganya, Berita seorang sepupu dari pihak bapak yang dilema ketika akan mengadopsi seorang bayi karena keluarga pihak suaminya tidak setuju atau tadi pagi saya iseng online di YM lagi-lagi seorang sahabat curhat ingin mengontrak rumah karena merasa tidak betah tinggal di rumah mertua nya yang dirasa terlalu dominan.

Ahhh…

Andai hidup boleh memilih, saya berharap hidup saya dan orang-orang terdekat saya tidak sepelik atau sedramatis kisah diatas.
Andai hidup boleh meminta saya berharap hidup saya atau orang-orang terdekat saya dijauhkan dari segala prahara.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s