>male chauvinist

>

Semalam gara-gara mendengar teman beradu mulut dengan pasangannya, terlintas dalam pikiran saya makna sayang, perhatian, posesif atau sekedar male chauvinist (sikap superior lelaki)?
masalah bermula dari hal sepele, teman saya merasa keberatan ketika sang kekasih terus menerus menelfon bertanya sedang berada dimana, dengan siapa, kapan pulang kemudian menawarkan diri untuk menjemput. teman saya kesal karena dari satu jam kebersamaan dia dengan saya sudah 5 kali sang kekasih menelfon artinya hampir setiap 10 menit sekali dia di absen ;D

Awalnya saya pikir “sweet” sekali punya pasangan yang perhatian, lalu setelah telf ke 4 saya berfikir sepertinya ada yang salah dengan sikap pasangan teman tersebut. Apa karena dia takut kehilangan teman saya, dia berubah jadi posesif? Pasalnya kekasih teman itu tahu teman saya berada dimana (di tempat yang aman pastinya) 😀 dengan saya yang perempuan bukan laki-laki dan pastinya dia jg tahu saya perempuan tulen dengan orientasi seksual yang tidak menyimpang [nga mungkin khan saya dan teman saya “beraneh-aneh”] ;D dia kenal baik dengan keluarga dan maz saya, jika dia baru 2 tahun bersama dgn temen saya tersebut, halooo laki-laki, saya sudah hampir 15 tahun kenal dengan perempuanmu itu ;D apa mungkin karena dia takut saya membawa pengaruh buruk pada pasangannya, pengaruh buruk apa? Suuzon *mode on* hee..hee..

Saya kurang begitu tahu makna “male chauvinist” tapi saya pernah membaca salah satu majalah wanita [mohon maaf saya lupa nama majalahnya entah cosmopolitan/female/her world/chic atau mungkin femina] yang salah satu artikelnya membahas tentang male chauvinist. sebenernya apa dan bagaimana male chauvinist itu? bukan bermaksud membuat kita curiga dengan pasangan kita masing-masing tapi yukk mari kita kenali beberapa sifat atau kebiasaan [yang menurut majalah yang saya baca] mungkin mengandung unsur male chauvinist….

RAMAH, biasanya si dia sangat antusius ketika kita mengenalkan dia dengan teman-teman kita, bahkan dia akan sukarela menolong dan mentraktir teman-teman kita ehmm ;D sempurna, pasti perasaan kita akan merasa melayang-layang karena merasa menemukan pasangan yang baik dan asyik dengan teman kita. tapi patut dicurigai ketika akhirnya dia menuntut teman-teman kita untuk memberi dukungan pada apapun yang dikehendakinya, meskipun itu bertentangan dengan keinginan kita.

Mr. RING-RING, Rajin menelfon atau sms menanyakan kabar atau sekedar memberi pujian. Kadang hal ini membuat hati para perempuan menjadi luluh. Menjadi kebanggaan mempunyai pasangan yang perhatian dan selalu memuja, eeehmm so sweet 😀 tapi waspadalah ketika selalu bertanya secara mendetail kemana dengan siapa kita pergi, apalagi kalau menelfon setiap 10 menit, beda tipis khan antara perhatian dan curigaan? hee…hee…

DRIVER MAN, Selalu mengantar jemput kemana pun kita pergi, siapa sih yang tidak senang diantar jemput oleh pasangan? Disamping untuk mengirit ongkos (maklum dech harga bbm gila-gilaan hee…heee…) juga menambah waktu untuk mengobrol sehingga mendekatkan kita dan pasangan. Cukup normal bila dilakukan sesekali, Tapi bila sudah setiap hari dan mengorbankan kepentingannya sendiri, apakah itu tidak berlebihan? ketika kita berpasangan bukan berarti memutuskan untuk terisolasi dengan dunia luar, kasihan juga khan kalau pada akhirnya si dia tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya hanya karena sibuk mengantar jemput kita ;D.

SPY MAN, dengan alasan menjaga keamanan kita, si dia selalu berusaha mengikuti kemana kita pergi, mungkin kita merasa nyaman dan aman merasakan perlindungannya tapi sadarkah bila dilakukan setiap saat kemanapun kita pergi bisa menghilangkan sikap kemandirian kita? perlu juga khan kita bertemu dan sharing dengan sahabat-sahabat tercinta? pasti sahabat anda akan “gerah” jika si dia memaksa ikut bergabung dengan kita dan sahabat-sahabat atau gelisah memandangi kita yang asyik bercengkrama dengan para sahabat.

SELALU KHAWATIR, kalau yang ini sih nga usah dibahas.. idealnya kita butuh pasangan yang selalu memperhatikan kita. tapi bagaimana rasanya jika kita dianugrahi sepasang kaki yang sehat dan kuat tapi dia masih kuatir kita tidak bisa bertumpu dan berjalan menggunakan kaki tersebut. kalau cinta khan harus percaya 😀

ENGGAN DIBAYARI, sebagai pasangan kekasih selayaknya saling berbagi , tak ada salahnya bergantian membayar biaya kencan. jika setiap kencan dia selalu yang membayar bukan berarti dia pria sejati lhoo, bisa jadi dia menganggap kita tidak mampu membayar padahal mungkin kita mampu membayar, mungkin juga karena gengsi kalau dibayari [nga tahu aja perempuan jaman sekarang pintar nyari dan ngabisin uang hee..]. kadang karena masalah gengsi ini dijadikan beberapa gelintir perempuan sebagai senjata untuk memanfaatkan sang pasangan alias ngeret atau morotin pasangannya [tapi herannya banyak juga para lelaki yang rela-rela aja di porotin ya 😀 ].

PEMBERI HADIAH, senangnya kalau kita punya pasangan yang murah hati, selalu memberi hadiah kepada kita atau keluarga, tapi jika sikap pemurah nya itu akhirnya memberi peluang dia untuk merendahkan kita dan keluarga? apalagi diungkit ketika kita sedang ada sedikit masalah dengan dia ooh ooh.. big NO 😀

Idealnya kita punya pasangan yang benar-benar bisa mengerti kita, Tapi balik lagi ke selera asal, Bukankah nga apa orang yang sempurna? kadang ada beberapa orang perempuan yang manut-manut aja dan tidak mempersoalkan unsur “male chauvinist” itu asal tercukupi sandang, papan dan segenggam berlian 😀

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

postingan iseng di sela koneksi internet yang melambat dan account email gratisan yang bikin pusing huh… kangen juga setelah 2 minggu nga ngeblog : D
Advertisements

3 thoughts on “>male chauvinist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s