Sebuah Sisi

Di dunia yang penuh pesona ini, berjuta cara orang mengekspresikan perasaan cinta kepada orang lain, ada orang yang bisa langsung bilang aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku tak bisa hidup tanpa kamu. Tapi mungkin aku bukanlah jenis manusia yang se-ekspresif itu, bagi aku mencintai atau menyayangi sesorang kadang bisa membuat aku begitu terbenam dalam duniaku sendiri, tak peduli dunia luar.

Beberapa tahun lalu ketika aku pertama kali mengenal seorang “ L” aku begitu tertarik dengan semua hal yang berbau politik, cerita dan buku biografi orang-orang terkenal di Indonesia dan dunia. Mungkin karena “L” mempunyai minat yang sangat besar terhadap itu sehingga akupun ketularan ikut menyukai dunia itu. Sama hal nya dengan aku, “L” pun mulai mempunyai ketertarikan terhadap benda yang bernama parfum ketika dia tau aku mempunyai minat besar terhadap itu. Lucunya aku merasa tidak harus membagi atau membahas ketertarikan ku akan “dunia” yang disukai “L” itu kepada orang lain. Rasanya begitu “khusus” ketika hanya “L” yang mengerti sejauh mana aku mengerti “dunia” itu dan kalaupun ada diskusi tentang itu, rasanya aku lebih merasa nyaman ketika membahas tentang “dunia” itu bersama “L”. Terkesan begitu egois ya tapi itulah aku, kadang perasaan sayang atau cinta kepada seseorang membuat aku sulit membagi “dunia” yang mengkaitkan aku & “L” dengan orang lain.

Cukup bisa dimengerti jika ditengah euphoria pemilihan umum yang begitu gegap gempit aku memilih untuk tidak ikut berkomentar entah pro atau kontra. Rasanya lebih nyaman jika aku masuk ke dalam dunia itu bersama “L”  tak akan berpengaruh ke aku secara pribadi, persepsi buruk orang atau mungkin kawan yang melihat aku terlihat bodoh dalam masalah politik tidak membuat aku sedih atau tertantang untuk membagi “dunia” itu dengan orang lain.  bahkan ada beberapa kawan yang secara langsung mengucapkan kekecewaannya kepadaku begitu dia menyadari aku bukanlah partner diskusi yang tepat untuk dia ketika membahas permasalahan politik. biarlah… mungkin partner berdiskusi politik yang paling ok buat saya hanya “L” :))

Dan untuk kamu, yang telah beberapa hari ini dan tadi sore berusaha memancing pikiranku untuk berdiskusi tentang politik, maafkan aku karena tidak dapat mengabulkan itu. aku telah mempunyai partner yang handal untuk topik itu, partner yang tidak hanya memandang “dunia” itu dari sudut pandangnya tapi dari berbagai sisi. 🙂

Sebenrnya ada beberapa “topik” yang aku rasa cocok jadikan kamu sebagai partner diskusi, bukan politik tapi ada yang “lain”

bisakah kamu merasakan itu???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s