Superior

Kenapa sulit sekali untuk berkata iya dan mengakui “ya.. untuk satu hal itu kamu benar!”  kamu tahu peasaanku? rasanya kesel tapi aku juga tersenyum simpul ketika kamu berusaha menunjukan bahwa kamu yang paling benar. yeahhh kenapa mahluk berlabel laki-laki selalu begitu, selalu merasa superior [paling nga untuk beberapa laki-laki terdekatku dan kamu termasuk didalamnya] :p. kamu tahu tanpa kamu sadari kamu telah masuk dalam katagori superior itu, meskipun kamu tak mau mengakui itu, lambat laun aku yakin kamu akan menjadi laki-laki superior jika kamu terus “ngeyel” dan menganggap pendapat orang lain itu tidak penting 🙂

Ahhh kamu pasti tertawa, mengeryitkan dahi lalu kamu akan berbicara pada diri sendiri “mahluk berlabel perempuan seperti apakah kamu? sehingga berani melabeli aku dengan label laki-laki superior?” 😀 Entahlah kenapa aku berani untuk memberi label itu, entah kenapa juga aku harus peduli dengan dengan semua sikap keras kepala kamu? dan kenapa aku harus peduli dengan yang apa yang kamu pikirkan, ucapkan dan lakukan menyangkut aku?

Ambigu, ya… aku merasa kehilangan arah harus bagaimana bersikap, aku tak tahu apakah aku harus berada di jalan yang sama dengan yang kamu lalui atau aku harus berkonfrontasi dengan kamu. kamu tahu aku lebih “tertantang” untuk terus berbeda pendapat dengan kamu, aku merasa menjadi lebih hidup jika berdebat dengan kamu, tapi kadang aku juga merasa tak nyaman jika harus terus berselisih paham hanya karena hal-hal kecil….

kamu yang aneh atau aku yang aneh?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s