>Plastik menghantui hidupku

>

Ketika menulis ini, sekilas saya melihat sekeliling. Wow…. ternyata saya tidak pernah bisa menjauh dari benda yang bernama plastik. Mulai tempat sampah warna kuning yang terletak di pojok ruangan, flash disk orange 2G yang ujungnya terbuat dari plastik, bungkus roti sobek coklat keju yang juga terbuat dari plastik, roll kabel, pencil case, binder tempat saya mengorganisir tagihan-tagihan, 2 bungkus tolak angin yang baru saja saya minum, botol lotion, handphone, Mp3 player, keybord komputer, Tanpa sadar plastik menjadi benda yang menghantui setiap aktifitas saya.
Kadang saya bingung kenapa tidak pernah bisa benar-benar lepas dari benda yang bernama plastik, padahal saya sudah berusaha untuk menghindarinya seperti tiga jam sebelum menulis ini saya sempat mampir ke sebuah supermarket di dekat rumah untuk membeli beberapa keperluan. saya sempat beradu mulut dengan kasir yang melayani karena dia ngotot memasukan belanjaan saya kedalam kantong plastik, padahal saat itu saya sudah mengeluarkan tas kanvas [pengganti kantong plastik] yang selalu saya gunakan untuk membawa belanjaan setiap saya membeli sesuatu dan saya juga ingat sempat bilang bahwa saya tidak ingin memakai kantong plastik, saya meminta dia memasukkan belanjaan tadi ke tas kanvas . tapi sang kasir bilang sesuai prosedur dia harus memasukan belanjaan saya ke dalam kantong plastik bercap logo supermarket tersebut. Dimasukanlah belanjaan saya ke dalam kantong plastik lalu kantong plastiknya dimasukan kembali ke dalam tas canvas saya tersebut.

Ehhmmm… jadi dia pikir tas kanvas saya itu fungsinya untuk apa?

Arrggghhh…. mau marah rasanya. tapi saya tidak mau terlihat emosional, bagaimanapun saya maklum jika si mba kasir itu merasa harus patuh kepada aturan perusahaan, saya juga tak ingin hanya karena saya ngotot dan membuat keributan dia di tegur oleh atasannya [saya jadi ingat curhatan para sales assistance di tempat saya kerja yang selalu merasa takut berbenturan dengan manajemen toko yang selalu penuh prosedur :p ] akhirnya saya diamkan saja dia memasukan 2 kantong plastik itu kedalam tas kanvas saya lalu setelah transaksi yang menyangkut bayar membayar selesai, saya bongkar tas canvas tersebut mengeluarkan semua barang yang ada di dalamnya, menata kembali satu persatu barang belanjaan ke dalam tas kanvas lalu melipat kantong plastik dan memberikan kepada si mba kasir dan pergi. sempat saya melihat si mba kasir itu bengong, mungkin dalam hati dia berkata kalau saya adalah pelanggan yang aneh. biarlah dia berfikir jika saya adalah orang yang aneh. kadang niat baik jika tidak di dukung lingkungan sekitar nga akan berjalan dengan baik, saya merasa sudah berniat baik untuk mengurangi penggunaan kantong plastik demi melihat bumi yang hampir tertutup plastik *Lebay mode ON* tapi sepertinya tidak semua orang berfikir demikian 🙂

Sepertinya kampanye go green dan global warming harus terus-terus disosialisasikan terutama kepada orang-orang yang setiap hari selalu berurusan dengan plastik seperti mba kasir yang saya ceritakan diatas. oh ya… mengenai gambar di atas bukan bermaksud promosi jika saya mencantumkan gambar yang ada tulisan brand -nya tapi kebetulan karena memang tas itu yang selalu saya pakai untuk menjadi pengganti kantong plastik jika kebetulan saya berbelanja sesuatu.

Advertisements

7 thoughts on “>Plastik menghantui hidupku

  1. >jujur masalah plastik uda lama menghantui. tapi ga bisa mengharapkan orang lain kan, jadi ya semua dimulai dari diri sendiri. mulai dari belanja tanpa plastik sampe ngumpulin plastik bersih yang terlanjur kita terima. jadi jangan heran liat aku punya bejibun koleksi plastik di belakang kursi, untuk apa? ya untuk aku kasi ke mama dan dibarter ke pasar sama cabe, bawang, dll. klopun ngga, cukup senyuman si mbok/mas pedagang udah cukup. lumayan kan mengurangi plastik yang keluar? simbiosis mutualisme, si pedagang jg ga perlu rogoh kocek tambahan utk kasi plastik ga guna itu.dan senangnya lagi, kebiasaanku ngurangin plastik uda nular ke suami 🙂 so.. hal2 kecil gini memang harus dimulai dari diri sendiri. dampaknya besar buat lingkungan ^^jadi maap2 nih, kalo suka gregetan sama orang yg sia2in plastik bersih, bukannya pelit..tapi masi bisa dipake dan sayang lingkungan.semoga aku bisa konsisten yaa. (sejauh ini sih bisa, kecuali kepepet..ekekekek)

  2. >aku setuju ama caranya blue_cat.kalo kantong plastik itu emang ganggu banget deh, suer. walo untuk perabot plastik, ehm ehm… aku adalah salah satu penggemar sih, hehehe… tp kan kalo perabot plastik, bisa dipake untuk jangka waktu lamaaaaaaaa buanget 😀

  3. >Sementara sih dirumah membantu misahin sampah plastik dan non plastik, sebagian dibawa kekantor buat dikasih ke bos yang kampungnya sudah bisa mengolah sampah dengan bekerja sama paguyuban pemulung.Sebagian sampah plastik lain karena repot kalau pas banyak sering dibeli sama abang-abang bergerobak, kalau kantong kresek yang sudah terlanjur banyak dan masih bersih biasanya dimanfaatkan lagi buat kemasan di toko kelontong kelontong.

  4. >@tikapinkhana : meskipun kontribusi kita untuk bumi ini masih tergolong tak seberapa, tapi kalo kontinyu dan banyak orang yang melaksanakannya, mudah-mudahan nga akan banyak plastik yang bertebaran di bumi ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s