>Antara Sinetron dan Reality Show dalam sebuah Tayangan Televisi

>

Lama menonton acara televisi di beberapa stasiun televisi swasta nasional semakin membuat saya merasa semakin dibodohi, entah karena memang kehabisan ide cerita atau karena semangat menjiplaknya terlalu tinggi sehingga kadang ngerasa gregetan sendiri ketika menonton acara televisi . entah itu sinetron, reality show atau bahkan acara musik hampir semua sama konsepnya. kalau suatu acara ratingnya tinggi, misalnya acara yang bertema religi atau acara music yang menampilkan band-band pendatang baru maka semua stasiun tv akan menampilkan acara sejenis. tak heran jika kebetulan kita menonton satu acara tv pada hari dan jam yang sama maka ketika kita memindahkan ke channel tetangga maka akan menjumpai tayangan yang mirip atau sama persis hanya host-nya saja yang berbeda. [Maaf] bukan bermaksud tidak menghargai hasil karya anak bangsa, harus saya akuin banyak orang-orang berbakat dan kreatif yang terjun dalam perkembangan pertelevisian di Indonesia, tapi bakat dan kreatifitasnya itu ternyata tidak bisa berdiri secara independent tapi terbentur bahkan kadang terpasung oleh tuntutan industri dan selera pasar. jadi percuma saja membuat acara yang bermutu tapi kalau selera pasar tidak mendukung, tidak akan mendapat penghargaan. penghargaan disini dinilai berdasarkan rating, jadi bila ratingnya tinggi maka karya tersebut pantas mendapat penghargaan tak peduli kadang kualitas karya tersebut tidak bermutu. sudahlah tak banyak pengetahuan yang saya kuasai menyangkut dunia pertelevisian Indonesia, ada banyak orang lebih menguasai topik ini yang akan membahas dalam blog atau web mereka :p

Saya bukanlah seorang pecinta televisi bahkan bisa dibilang saya tidak mempunyai banyak waktu untuk menonton tv, alasan pulang atau berdiam diri di rumah lebih banyak karena saya butuh istirahat setelah lebih dari 13 jam melakukan aktifitas di luar rumah. dan ketika kebetulan saya sedang mempunyai waktu untuk menonton tv saya berharap mendapatkan tontonan yang bermanfaat. ahhhh kenapa saya harus menyalahkan acara televisi nasional, salah sendiri tidak mau berlangganan tv kabel di rumah [mungkin beberapa orang akan berkata seperti itu ketika membaca postingan ini] :p alasan kenapa saya tidak berniat untuk berlangganan tv kabel bisa dibilang klise, karena dirumah sehari-hari tidak ada orang dan pola hidup nomaden antara di Depok dan Bekasi membuat saya memutuskan untuk tidak berlangganan tv kabel di Bekasi, [mubazir juga membayar iuran bulanan tapi tidak ditonton :p] dan akibatnya lumayan BT juga kalo kebetulan sedang ada waktu luang ketika internet, dvd bajakan dan buku terasa kurang memberikan hiburan akhirnya memilih televisi untuk dijadikan alternatif hiburan ๐Ÿ˜ฆ

Oh ya mengenai sinetron yang ditayangkan stasiun-stasiun televisi swasta nasional, tak banyak kata yang bisa saya ucapkan sebagai pujian mengenai kualitas sinteron yang ditayangkan karena hampir semua sinetron yang ditayangkan kualitasnya sangat rendah. hanya menjual mimpi-mimpi hidup apalagi kalau melihat tayangan sinetron yang segmennya anak abegeh, membuat ngilu hati karena yang jadi menjadi topik selalu berbau dengan materi. Akhirnya menjadi suatu yang wajar jika saat ini kita sering melihat banyak remaja abegeh [anak baru gede] usia belasan tahun yang karena orang tua nya tidak mampu memenuhi kebutuhan materinya seperti kebanyakan teman-teman seumurnya yang kebetulan beruntung mempunyai orang tua yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, akhirnya memilih jalan pintas dengan “menjual kehormatan” dengan mengaet om-om hidung belang. menyedihkan…..beberapa waktu yang lalu saya sempat bertanya kepada dua orang Abegeh yang saya temui di salah satu salon langganan, saya sempat bertanya kepada mereka “rajin perawatan?” dan mereka menjawab “perawatan adalah suatu keharusan” Iya sih… tapi saya baru kenal namanya perawatan itu setelah mempunyai penghasilan sendiri [kasihan dan telat banget ya hihihihi] lalu dengan sedikit guyon saya bilang “wahh.. papa mamanya baik banget sampe kasih budget untuk perawatan” dan mereka bilang “kalaupun nga dapet dari ortu bisa dapat dari yang lain dong mba” ketawa sambil meringis saya mendengarnya ๐Ÿ˜ฆ

Tentang Reality show sebelumya saya pernah membahasnya dalam blog ini . saat itu saya tidak terlalu detail membahasnya tapi paling tidak mewakili ketidaksukaan saya dengan acara tv yang bernama reality show yang terkesan lebay ๐Ÿ˜€ Herannya kenapa masih banyak orang yang menganggap tayangan reality show itu asli bukan rekayasa atau menggunakan skenario ya?

Tapi ngomong-ngomong mengenai tayangan televisi dalam hal ini sinetron dan reality – reality show itu, apakah benar membawa dampak buruk yang begitu luas bagi generasi muda Indonesia? Saya belum pernah menemukan secara langsung penelitiaan yang menyangkut kasus diatas, tapi melihat beberapa pengalaman pribadi orang-orang disekitar saya, saya yakin tayangan televisi sejenis itu lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya. ini sekedar opini saya mungkin banyak juga orang yang tidak sepaham dengan saya :p

*gambar diambil tanpa izin dari sini

Advertisements

9 thoughts on “>Antara Sinetron dan Reality Show dalam sebuah Tayangan Televisi

  1. >tayangan televisi adalah sebuah alternatif hiburan.. yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana menjadi penonton cerdas yang mampu memilih tayangan berkualitas.. ^_^

  2. >hi hi hi jarang liat tipi kalah bersaing dalam berebut acara sama ponakan T_T, tapi kalau pas lagi nonton biasanya milih acara lagu2 aja, acara kuliner ๐Ÿ™‚ dan acara jalan2.

  3. >Aku bersyukur sudah sembilan bulan terbebas dari "kotak bodoh" yang bernama televisi… ๐Ÿ˜€ tapi jadi kecanduan internet hehehe…Mungkin sekarang ini banyak orang yang ingin eksis…jadi deh, nongolnya di reality show…Again intinya, mesti kita yang cerdas supaya nggak dibodohi si kotak bodoh…

  4. >Bener banget, Mbak. Sekarang sulit sekali menemukan acara TV yang bermutu dan nanemin moral ke penontonnya. Tapi saya masih suka nonton acara berita aja, ato kalo ada box office. Hehehe.

  5. >@Tikapinkhana :Acara kuliner dan jalan-jalan juga acara favoritku tik, meskipun kadang sebel dengan beberapa seleb yg tiba-tiba jadi ahli kuliner :p@Riri : masih blum punya tipi glor? nga perlu tipi ya asal ada lappie, modem dan koneksi yang super itu udah jadi transpotasi yang hebat untuk menjelajah dunia :))@Non Roti : berita boleh lha apalagi pas ada drama pengepungan teroris *lumayan menghibur* meskipun nga secanggih film Box Office :))

  6. >@Luvie: tapi bukannya televisi juga harus menyediakan tayangan-tayangan yang mendidik… jadi tidak hanya penontonnya saja yang dituntut utk cerdas, tapi seharusnya dari kedua pihak. he he he…kejadian saat ini adalah semua televisi menyiarkan tipe acara yang sejenis, sehingga tidak memberikan alternatif apa-apa buat penontonnya, yang ada penonton harus menerima apa yang ada, dan pada akhirnya televisi menjadikannya itu alasan bahwa acara seperti itu yang diminati penonton…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s