perdebatan diri

Dulu aku selalu merasa menjalani sesuatu yang tidak berasal dari dalam hati itu adalah sesuatu yang mudah, selama mau, ada niat dan ada yang dituju segalanya dapat terjadi. hal itu berlaku dalam aktifitas keseharian.

Akan tetap bekerja meskipun pekerjaan yang kita jalani tidak sesuai dengan keinginan hati karena tujuannya ingin mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetap makan meskipun kadang bosan dan tidak sehati dengan menu makanan yang disajikan karena tujuan makan agar mempunyai energi untuk menjalani aktifitas sehari-hari. Akan tetap minum putih meskipun kadang terasa membosankan dan tak ada variasi kalau tetap harus minum minimal 8 gelas setiap harinya, karena jika kita mengabaikan itu akan berakibat buruk pada metabolisme dalam tubuh. Akan tetap nonton berita di televisi dan media cetak meskipun kadang berita yang tersaji tak sesuai dengan hati nurani dan lebih banyak kekerasan didalamnya, karena jika kita tidak menyimak itu akan semakin sedikit informasi akan dunia luar yang kita peroleh dan akibatnya kita akan terisolir dari sesuatu yang bernama peradaban. Akan tetap bersosialisasi dengan social network di dunia maya meskipun kadang dari dalam hati kita menyadari bahwa tak selamanya social network itu berdampak positif. kadang dari social network itu banyak timbul perselisihan, kesalahpahaman, kecemburuan, keingintahuan bahkan hidden agenda, karena kita menyadari social network di butuhkan untuk melengkapi keberadaan kita sebagai makhluk sosial.

Terlalu banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang terus kita jalani meskipun tak timbul dalam hati, tak ada perasaan memiliki ketika melakukan itu karena kita merasa itu adalah sesuatu yang lumrah yang harus di lakukan demi sesuatu yang bernama keseimbangan dalam kehidupan.

Ada banyak hal yang bisa aku pahami dapat dilakukan tanpa menggunakan pertimbangan dan keterlibatan hati, tapi entah kenapa untuk satu hal yang menyangkut hal itu aku ragu untuk melakukannya, tanpa aku sadari terjadi perdebatan dalam diri. apakah aku cukup hebat dan kuat untuk memutuskan sesuatu dan menjalani itu tanpa keterlibatan hati? kadang bertanya dalam diri, apakah sebenernya fungsi hati?

aku cuma punya satu hati, malaikat atau Iblis kah yang akan menguasai hatiku?

Advertisements

2 thoughts on “perdebatan diri

  1. Aku punya satu hati juga. Satu waktu dia bernama “Angelic Devil”, di lain waktu dia berganti nama jadi “Devious Angel”. Tapi tetap sama: aku 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s