meruntuhkan satu dunia

Argghhh… ingin berteriak agar terasa lega, tapi tak bisa…. tak pernah bisa…. terlalu banyak sekat yang menghimpit bahkan jika di analogikan seperti deretan rumah sangat sederhana yang sangat sempit, berhimpit dengan sirkulasi udara yang sangat buruk. ya kali ini aku kembali meruntuhkan satu dunia, menghempaskan satu harapan yang tanpa aku sadari membutuhkan keberadaanku, ahhh tak pernah menyangka jika seorang perempuan labil, rapuh dan terlalu banyak mengeluh ini dianggap sebagai pribadi yang kuat dan mandiri yang dapat menyelamatkan satu dunia, yang dapat mengembalikan dan menceriakan kembali satu dunia seorang anak. maafkan aku menghancurkan duniamu…

Dan untuk kamu, yaaa kamu sosok lain yang tak pernah bisa beranjak dari hatiku, nun terasa jauh, entah tanpa aku sadari sejak dulu kamu selalu menginspirasi aku. yakinlah kamu bukan DEWA seperti yang selalu kamu gurau-kan. kamu tak sehebat itu tapi kamu tahu kenapa berbicara dengan kamu membuat aku banyak kehilangan kata-kata dan merasa ditelanjangi, apakah karena aku terlalu nyaman dengan kamu? duhhh terlalu banyak yang kamu ketahui tentang aku dan aku tak tahu apakah itu akan berakibat baik atau buruk. sekali lagi terimakasih untuk kedua telinga yg selalu mendengar, mulut yg melontarkan saran dan kata indah, hati & pikiran yg jauh dari prasangka. terimakasih untuk berjam-jam percakapan tanpa henti, terima kasih untuk setiap kata “jangan menangis” karena aku tahu saat itupun kamu menahan segala rasa agar tidak menangis…

TERIMAKASIH….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s