>Rindu masa kanak-kanak

>Pernah merindukan masa kanak-kanak?

Ya masa kecil…. masa dimana kita menjalani segala sesuatunya tanpa beban, masa dimana kita tidak merasa kuatir dengan apa yang akan terjadi satu jam, satu hari, satu bulan atau satu tahun nanti. masa dimana kita tidak harus terus merasa bersalah ketika kita melakukan suatu kesalahan karena kita yakin kita masih punya waktu yang panjang untuk memperbaiki kesalahan itu, masa dimana orang-orang bisa memaklumi ketika kelakuan atau perbuatan kita tidak sesuai dengan yang diharapkan orang. yaaa…. selalu ada rasa maklum karena ketika itu kita berada masa kanak-kanak, orang merasa maklum karena belum banyak ilmu yang kita pelajari dan belum banyak pengalaman yang telah kita alami.

Entah mengapa di awal juli lalu kerinduanku akan masa yang telah lalu muncul dengan kuat dan memaksa aku untuk mencari sesuatu yang bisa membuat sesuatu yang bergejolak itu menjadi netral kembali. berbekal perlengkapan menginap untuk satu malam, ponsel, mp3 player, charger dan digital camera kesayanganku aku memutuskan untuk mengikuti kemana kaki melangkah. niatnya kali ini tidak ingin melibatkan hati dan otak, tapi mana mungkin bisa karena biar bagaimanapun aku sadar hati dan otak adalah faktor utama yang menentukan kemana kita melangkah *hehe* baiklah… kali ini aku tetap melangkah bersama otak dan hatiku tapi mungkin aku tak akan terlalu membiarkan mereka terlalu mendominasi langkah apa yang akan aku ambil *ribet* ya… intinya dalam perjalanan waktu itu aku berusaha untuk tidak terlalu banyak berfikir dan menimbang apakah itu baik atau buruk 🙂

Lepas subuh aku bergegas meninggalkan rumah, tiga buah ponsel yang selama ini selalu menemani dan menjadi fokusku ketika melakukan suatu perjalanan dalam keadaan silent mode on tersimpan dalam tas tangan kecil dan aku berjanji tak akan membukanya kecuali keadaan mendesak, yaa… tetep ya nga bisa jauh dari gadget 😀 tiba-tiba teringat percakapan dengan seorang teman yang berkata bahwa kadang kita itu “sok” merasa di butuhkan oleh dunia, rasanya ada sesuatu yang berat jika kita ditantang untuk sesekali “terisolir” dengan dunia luar, tanpa ponsel dan koneksi internet. aku mengakui ada benarnya pendapat teman itu karena ketika memutuskan untuk sejenak menutup akses berkomunikasi dengan tidak mengaktifkan ponsel, ada ketakutan “bagaimana kalau terjadi sesuatu bagaimana?” aku yang belum terlalu siap untuk “terisolir” dengan menonaktifkan ponsel akhirnya hanya membuat mereka dalam keadaan silent mode ON *payah* 😀

Lalu bagaimana hasil dari perjalanan yang “sok” tak ingin terlalu melibatkan hati dan otak itu?

Dalam waktu satu jam akhirnya sampailah aku di stasiun gambir, melihat jakarta di pagi hari dan mengabadikan suasana pagi itu dalam kamera saku ku, duduk di peron dan menikmati lalu lalang kereta yang lewat dan sesekali mengamati tingkah laku beberapa penumpang yang ada disitu. sesuatu yang tak terfikirkan olehku, melakukan perjalanan seorang diri dan tanpa rencana 😀 setelah tiga jam lebih akhirnya sampai juga di kota cirebon. menikmati suasana kota cirebon tanpa tujuan dan tanpa tahu nanti malam akan menginap dimana *gelo* :p detail perjalanannya akan aku tulis di postingan berikutnya [sedang tidak punya waktu banyak untuk nulis dan sedang tidak bersahabat dengan koneksi inet] 😀

Sebenernya apa sih inti dari tulisan ini?
Intinya yang aku ingin sampaikan disini adalah kadang ketika kita merasa resah dan jenuh dengan aktifitas yang setiap hari kita jalani tak ada salahnya spontan kita melakukan hal-hal yang luar biasa, dalam hal ini melakukan perjalanan sendiri dan tanpa rencana adalah sesuatu yang luar biasa buatku. dan hasilnya banyak hal yang akan kita dapat, selain gambar-gambar keren yang tersimpan dalam kamera, bertemu dan berinteraksi dengan orang baru dan tidak kita kenal juga membuat kita jadi berfikir lebih positif dan bersyukur dengan banyak hal yang telah kita dapat. dan akhirnya jadi “malu” untuk protes ke Boss besar pencipta alam semesta ini kenapa kita begini dan kenapa kita begitu. tak percaya? buktikan saja… 😉

*gambar diambil dari salah satu SD yang sempat ak lewati. dan ketika menulis ini, 100 years -nya five for fighting menemani “15, there’s never a wish better than this. When you only got 100 years to live” 🙂

Advertisements

4 thoughts on “>Rindu masa kanak-kanak

  1. >mbak Nuuii … aku juga kangen masa kecilku, walaupun banyak hal yang aku rasa aku perlu merubahnya, tapi tetep aku rindu masa kecil, orang dewasa terlalu banyak yang dipikirkan ~.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s