>BUSWAY ditengah keMACETan JAKARTA #project7 #Day3

>

Kalau ditanya apa yang menjadi ciri khas ibukota negara tercinta kita Indonesia, pasti 80% orang akan bilang ‘macet’ kenapa macet? bukan sebutan lain seperti ondel-ondel, kota seribu gedung, atau MONAS (monumen nasional) yang dulu sewaktu saya kecil sangat legendaris itu? ya saya kira banyak orang indonesia mulai melupakan landmark ibukota indonesia itu. Jarang di promosiin sih :p

Suatu ketika saya pernah ditanya seorang teman kenapa orang selalu mengindentikan Jakarta dengan kata MACET? Lalu saya jawab “karena macet adalah kata yang sangat popular, setiap pagi dan sore hari orang nge-tweet dan ngedumel tentang macet, banyak acara dan janji yang terpaksa batal karena terjebak macet. Di social media, di televisi, di radio, di suratkabar bahkan di forum-forum dan tempat pertemuan orang lihai berbicara tentang macet. Apa sebab macet, bagaimana rasanya kena macet sampai solusi mengatasi kemacetan ๐Ÿ˜€

Berbicara tentang kemacetan di Jakarta pasti tak pernah jauh dari permasalahan transpotasi publik. sebagai pengguna transpotasi publik yang baik a.k.a belum diberi rezeki untuk beli mobil pribadi :p saya termasuk orang yang sering mengamati lalulintas di jakarta dari kacamata seorang penumpang, menurut saya transpotasi publik di Jakarta memang sangat mengenaskan kondisinya ๐Ÿ˜ฆ TransJakarta yang diharapkan bisa memberikan alternatif transpotasi massal pun ternyata kondisinya semakin memburuk, entah dari segi kebersihan, kondisi selter yang nga nyaman, antrian yang membeludak sampai jumlah bis yang dirasa kurang dengan bertambahnya jalur-jalur baru. sepertinya pemerintah DKI tidak memikirkan kemacetan yang ditimbulkan dari hadirnya jalur baru tersebut. sepanjang jalan S. Parman sampai Semanggi adalah rute paling macet yang terkena dampak pembukaan jalur transjakarta pinang ranti – kp rambutan. mulai jam 2 siang jangan harap bisa melewati jalan itu sambil tersenyum, kecuali yang sedang jatuh cinta ya pasti senyum-senyum aja *apaseh ngelantur* ๐Ÿ˜€

“Tujuan dihentikannya bis-bis yang trayeknya bersinggungan dengan jalur busway dan dibukanya jalur baru transjakarta yang mengambil beberapa bagian jalan untuk dipakai sebagai jalur khusus bis atau busway agar orang-orang jadi naik bis karena nga macet itu sih ‘keren’ mba, tapi kalau bis-nya baru ada 30 menit atau 1 jam sekali sih bikin ‘keki’ naik bis kok kayak ada di dalam kaleng sardine” itu kata SPG saya yang kebetulan rumahnya di kp rambutan dan bertugas di Mall Taman Anggrek. “oiya mba yang parah itu operasional transjakarta hanya sampai jam 10 malam sementara mba tau sendiri ‘butok’ atau bubaran toko itu jam 10 malam, paling tidak kita baru bisa naik bis 20 atau 30 menit kemudian. belum lagi kalau mall sedang ada midnight sale yang baru butok jam 12 malam, ehmmm mau nga mau ya naik omprengan mba, nambah lagi budget untuk transpotasi. padahal kalau bis-bis yang bersinggungan dengan jalur busway nga di hapuskan, kita khan ada alternatif ltranspotasi lain selain transjakarta yang sepertinya belum siap beroperasi itu” SPG itu bercerita sambil makan bekal makanannya di kantin karyawan, sementara saya menatap iba sambil menyesap dalam teh dalam kemasan botol.

Membayangkan kondisi Lalu lintas di Jakarta jika kelak subway atau monorel benar-benar ada. ehmmm….

*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s