Kuat itu Pilihan

“maaf ya mba, sebenernya aku masih betah kerja di perusahaan ini tp aku butuh lebih banyak materi, kalau aku tetap bertahan disini aku tidak akan bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhanku”

Kata-kata itu aku dengar di bandung 4 atau 5 tahun yang lalu, aku lupa tanggal pastinya. tapi yang sangat aku ingat saat itu dia mengenakan seragam perusahaan berwarna kuning, duduk bersila dihadapanku diantara tumpukan kardus sepatu dan karung berisi baju anak-anak. dengan setengah terisak tapi mencoba tersenyum dia bercerita kronologis dia memutuskan untuk berhenti kerja dan apa yang akan dia lakukan setelah dia berhenti kerja

Dia menikah di usia muda, ketika dia melamar menjadi sales promotion girl (SPG) dia tidak bercerita bahwa dia sudah menikah dan punya anak. aku dan beberapa teman di kantor pusat di Jakarta menganggap dia masih single. pembawaannya yang riang dan kenes tidak mencerminkan bahwa dia telah bersuami dan punya anak laki-laki berusia balita.Β  seperti yang terkenal selama ini, perempuan sunda memang relatif lebih bisa menjaga penampilan dan selalu tampak geulis πŸ™‚ Setelah hampir 2 tahun bekerja akhirnya dia mengaku kalau dia sudah menikah dan punya anak berusia balita. itupun tak lama berselang ketika aku tahu dia mulai mengandung anak keduanya.

“Iya nga apa-apa. . . wajar kok kalau kamu mencari yang lebih baik, siapa sih yang tak butuh materi? Pesanku cuma satu Jadilah perempuan yang terhormat, Ibu adalah cerminan masa depan anak. nama dan reputasimu akan dibawa anak-anakmu seumur hidup mereka, jadi jangan bertindak bodoh”

Sambil memelukku dan mengucapkan terima kasih karena selama ini aku sudah membimbing, dia berkata mungkin ia tidak akan senekat ini jika saja suaminya tidak menikah lagi ketika dia hamil anak kedua dan benar-benar tidak nemberi nafkah lahir batin setelah dia melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan. Agak miris mendengar ceritanya, salah satu yang membuat dia kuat adalah anak-anaknya serta dukungan dari mertuanya. Orang tua perempuannya sudah meninggal, hanya ada orang tua laki-laki yang dalam keadaan sakit. ketika ibu mertuanya menyuruh kedua anaknya dititip di rumah ibu mertuanya di suatu kota di jawa tengah, dia mantap untuk resign dan mencoba peruntungan ditempat lain.

“kangen sama anak sih mbak. . . tapi kalau mereka masih sama aku, aku nga akan fokus cari uang. kalau aku tak punya uang bagaimana aku bisa kasih makanan dan pendidikan yang bagus untuk mereka? Uang, aku butuh uang mbak. . .”

Setelah hari terakhir dia resign aku masih sempat ketemu dengan dia ketika mengadakan kunjungan ke toko di bandung, kehidupannya sudah mulai meningkat. dari ceritanya dia mendapat gaji seminggu itu nilainya sama seperti ketika dia sebulan bekerja ditempat kami. dia bekerja sebagai promotor produk kecantikan. jadwal roadshow ke daerah yangΒ  padat membuat dia butuh ekstra tenaga dan disiplin. badannya semakin langsing, tak nampak kalau dia adalah perempuan dengan 2 anak. dengan riang dia bercerita kalau dia kursus akting dan belajar jadi MC. aku yang mendengar ceritanya tersenyum bangga. Ternyata dia masih punya mimpi, tak terpuruk dgn beban dan tanggung jawabnya.

Waktu terus berjalan, hingga suatu ketika dia mengirimkan pesan pertemanan di FB, aku kaget dan tak menyangka itu adalah dia. dari foto-fotonya terlihat dia menjadi figuran di beberapa sinetron dan ftv, ada juga foto-fotonya yang sedang memandu acara talkshow . sempat beberapa kali chat dia menanyakan kabar, akupun bertanya kabar anak-anaknya. Alhamdulillah dia bisa memberi kehidupan yang baik untuk anak-anaknya meskipun harus ditebus dgn kurangnya waktu berkumpul dan identitas diri yang harus disamarkan demi kepentingan publikasi dan karirnya.

Tuhan maha tahu yang terbaik untuk hambanya, yang dijalanin saat ini belum tentu yang terbaik, tapi setidaknya dia tidak berlama-lama putus asa dan hanya merenungi kesalahan dan kegagalannya.

“Kita tidak pernah mengetahui seberapa kuat kita, sampai kekuatan itu sendiri adalah satu-satunya pilihan yang kita miliki’

Advertisements

7 thoughts on “Kuat itu Pilihan

  1. Pingback: EKA di On|Off Event | Cerita EKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s