ME vs High Heels

image

Gara-gara kemarin pagi, Senin 8 April 2013 Timeline twitter ramai membahas tentang lomba lari menggunakan high heels yang diselenggarakan oleh Radio Cosmopolitan FM saya jadi teringat foto ini. Foto ini terbilang masih sangat gress, saya mengambilnya secara diam-diam pada hari minggu 7 April 2013 ketika saya bertugas dalam activity games Launching Toezone Kids Footwear.

“Toezone Kids Footwear mwngeluarkan sepatu high heels untuk anak-anak nui?” |  Tentu saja bukan.

“Ooh Kamu naksir model sepatu high heels itu itu nui?” Tentu saja tidak! Saya sudah “insyaf” memakai sepatu yang menggunakan hak atau heels 😀

“Jadi sekarang kamu buat postingan tentang heels untuk apa?  mau nyinyir sama orang yang masih memakai heels nui?” | Siapa.bilang saya mau.nyinyir? saya hanya ingin bercerita tentang Me vs high heels versi saya.

Beberapa tahun yang lalu ketika masih baru ngantor di Sudirman, sepatu dengan hak tinggi (high heels) adalah andalan saya dalam berpenampilan. Rasanya kok ya keren jalan di lantai perkantoran bergengsi semacam Sampoerna Strategic Square dengan high heels model paling mutakhir. BEAUTY IS PAIN! Nga jadi masalah bagi saya dan beberapa orang rekan pereempuan dikantor. Pokoknya yang penting gaya, kelihatan tinggi dan anggun itu penting banget. Nga peduli berapapun harga sepatu high heels itu dan berapa banyak counterpain yang kita balurkan ke kaki ketika malam hari 😀  sampai sekarang saya masih merasa melihat orang yang memakai high heels itu cantik dan hebat kok, tapi kalau saya dipaksa sehari-hari memakai high heels ya nyerah. Cukup pada waktu menghadiri meeting atau undangan resepsi perkawinan saya masih mau berkompromi dengan high heels, hari-hari biasa cukuplah flat shoes atau wedges menjadi teman setia saya 🙂

Kembali ke foto diatas, menurut anda (yang kebetulan baca blog ini) pantas nga sih anak usia kira-kira kelas 5-6 SD memakai high heels diatas 5cm? Menurut analisa saya,  anak yang berada di foto tersebut berusia -/+ 11-13 tahun, tampak jelas dari wajah, gaya berbicara dan asesoris yang digunakannya tapi ketika tak sengaja melihat sepatunya saya langsung melotot jreng jreng jreng . . . High heels sekitar 5-7cm booo. . . Oke anggaplah anak jaman sekarang lebih cepat “matang” dan senang bereksperimen dengan berpenampilan, tapi anak-anak memakai high heels? Orangtuanya kok nga merasa kuatir dengan perkembangan kaki dan struktur tulang anaknya ya?  Saya yang bertahun-tahun bergelut dalam Industri sepatu anak sangat tahu persis runutan perkembangan kaki anak, Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja berperinsip tidak hanya mengejar keuntungan semata, bagaimana menjaga dan menghasilkan sepatu yang berkualitas yang menunjang perkembangan kaki anak menjadi prioritas. Menurut saya high heels itu nga pantas dikenakan oleh anak-anak. katakanlah saya lebay tapi itulah pendapat saya. anak-anak tetaplah anak-anak yang banyak aktivitas dan bebas bergerak kesana kemari, kenapa harus dibelenggu dengan high heels?

Agak menakutkan melihat anak-anak memakai high heels, dan lebih menakutkan lagi adalah melihat campaign yang dilakukan oleh orang-orang dewasa yang mengajak untuk mengenakan.high heels untuk berlari 😦

Oh Gosh… I’m so old, kenapa jadi serius banget mikirin tentang menggunakan high heels pada waktu, tempat dan acara yang tepat? 😀

Regards,
-N-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s