Memaafkan dan Dimaafkan

kapsul Hampir 1 minggu setelah Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah, Apa saja yang sudah didapat? Banyak. . . Aku membatin ketika pertanyaan itu diungkapkan.

Belajar lebih bijak dan legowo, mungkin itu salah satu hikmah yang aku petik dalam perjalanan hidupku belakangan ini. tak seperti orang lain yang mengevaluasi target dan pencapaian diri pada saat perayaan tahun baru masehi atau pada hari peringatan kelahiran, aku lebih suka mengevaluasi diri disaat bulan Ramadhan dan puncaknya ketika datangnya 1 Syawal. Suka dan Duka hadir silih berganti, seperti sudah digariskan dalam guratan takdir semua dijalanin (insyaallah) tanpa keluh. Memiliki dan Kehilangan seperti dua sisi mata uang yang selalu menyatu.

Memaafkan menjadi bagian dari proses menjadi lebih bijak dan legowo, Ya aku belajar untuk memaafkan untuk beberapa hal yang sebenarnya sulit untuk dimaafkan, aku percaya ketika kita bisa dengan tulus memaafkan orang atau sesuatu yang meyakitkan, Insya Allah kebaikan semakin mendekati kita. dan tetap menjalin silahturahmi juga bagian dr proses memaafkan, ketika tali silahturahmi  tak terputus itu menjadi pintu pembuka rezeki kita.  Aku memaafkan dan memohon dimaafkan, semoga kamu pun memaafkan karena kamu telah dimaafkan.

Kamu? Yaa kamu yang kebetulan mampir atau nyasar di Blog ini 🙂

*gambar diambil dari salah satu email tanpa menyebutkan asal usul gambar

Advertisements

2 thoughts on “Memaafkan dan Dimaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s