Dek… kamu sudah test keperawanan?

pinkMengamati linimasa twitter yang banyak berseliweran tweet dengan keyword “perawan” membuat saya meluangkan waktu sejenak untuk membaca dan sedikit mengamati apa yang sedang ramai menjadi perbincangan di ranah kicau twitter.

Rupanya pemberitaan tentang test keperawanan ini dipicu oleh rencana Dinas Pendidikan (Disdik) yang menginginkan adanya  pemeriksaan keperawanan bagi siswi SMA di kota Prabumulih, Sulawesi Selatan. Sebenernya isu ini sudah pernah dihembuskan pada tahun 2010 di Jambi tapi kemudian tenggelam oleh pro kontra masyarakat Jambi, bahkan topik ini menjadi bahan perbincangan yang cukup hangat oleh hampir semua masyarakat Indonesia kala itu. Apa, kenapa dan ada apa dibalik gagasan test keperawanan ini yang harus kita cermati.

Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi dan pergaulan remaja saat ini dalam tahap yang mengkuatirkan. melihat anak berseragam putih abu-abu berpelukan, saling memanggil papa mama atau ayah bunda bahkan berciuman di area publik sudah bukan sesuatu yang langka. tapi sebenarnya hal-hal berbau romansa remaja ini tak hanya ada di era tahun 2000an ini, dari jaman dulu romansa masa SMA menjadi hal yang menarik untuk coba. maklum usia remaja, memicu adrenalin dengan hal-hal yang menantang dan sesuatu yang dilarang bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan tanpa memikirkan resiko yang ditimbulkan.

Yang menjadi masalah lingkungan dan orang-orang yang merasa bertanggung jawab untuk menciptakan generasi penerus yang baik tidak hanya secara akademis tapi juga mempunyai moral yang baik adalah semakin banyaknya praktek seks bebas dikalangan siswa/siswi SMA bahkan banyak juga kasus prostitusi atau pelacuran yang dilakukan oleh siswi SMA. Mungkin Cara paling mudah dan yang terlintas di kepala para petugas Dinas Pendidikan (Disdik) di kota Prabumulih, Sulawesi Selatan untuk mencegah adanya praktek seks bebas dan prostitusi di kalangan siswi SMA dengan cara test keperawanan. tapi apakah benar tidak ada cara lain? atau mereka malas untuk mencari solusi permasalahan?

Test Keperawanan? membayangkan anak-anak usia remaja yang mungkin belum mengerti apa dan fungsi organ intim atau organ reproduksi membuat saya bergidik. apa tidak ada cara yang lebih masuk akal untuk membuat remaja-remaja itu memahami tentang kehidupan seksual? dan yang menjadi pertanyaan bagi saya, kenapa test keperawanan, ada test keperjakaan kah? Gagasan Test keperawanan itu secara tidak langsung memberi kesan bahwa yang berpotensi “nakal” itu hanya perempuan, yang harus menjaga organ intim dan reproduksinya. Apa kabar laki-laki atau siswa SMU yang menjadi “cemceman” perempuan yang usianya lebih tua, nga akan ketahuan mereka nakal dong? lalu bagaimana nasib para siswi yang tidak perawan lagi karena aktivitas olahraga atau mengalami musibah pelecehan seksual atau perkosaan, apa iya mereka tidak berhak untuk mendapat pendidikan yang seperti mereka butuhkan?

Membuat suatu gagasan atau peraturan tak hanya didasarkan pada satu masalah tapi kemudian menimbulkan masalah baru, tugas bagi kita atau orang-orang yang merasa harus menciptakan generasi penerus yang baik adalah mencari solusi permasalahan dengan bijak. oiya satu lagi yang sedikit mengusik perhatian dan pertanyaan saya adalah apakah gagasan test keperawanan bagi siswa SMU ini semacam hidden agenda bagi oknum tertentu menjelang pemilu 2014? atau apakah dibalik gagasan test keperawanan itu ada proyek tertentu, misalnya pengadaan alat test keperawanan? 

Entahlah… kita tak pernah mengetahui dengan pasti, ada apa dibalik setiap kontroversi 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s