Tergantung dengan Gadget

kopdar gadget“Sudah hampir tiga minggu nga pakai blackberry itu bagaimana rasanya?” | “biasa aja…” jawab saya sambil mengaduk-aduk iced caramel macchiato favorit saya. | “Tanpa Blackberry apa kabar pekerjaan, pergaulan, percintaan, pertemanan, persaudaraan dan per-eksisan?” temen saya memberondong pertanyaan dengan gaya bak detektifnya πŸ˜€ Kalau boleh jujur sebenernya saya agak merasa kehilangan “arah” ketika tiba-tiba si berri hitam mati suri. yaaa. . . bagaimana tak panik, disaat sedang ada janji dengan orang yang eksis-nya di BBM eh layar si berri hitam saya menjadi putih dan langsung blank *hufft*

Seharusnya saya tidak perlu merasa panik karena selain si berri hitam, saya juga memakai ponsel cdma, Smartphone HTC (Windows phone) dan Samsung Galaxy Tablet (Android) Tapi entah karena terlalu cuek, pemalas atau apalah namanya, ketika melihat phone book di ponsel Cdma dan HTC saya tidak menemukan kontak sama sekali 😦 di phone book Gtab kontak-nya lengkap karena saya sudah sinkronisasikan dengan email Gmail. tapi mosok iya telpon orang dengan “telenan” sementara saya tidak mrmbawa bluetooth dan handsfree 😦 Sebenarnya cara paling mudah adalah menelpon dari ponsel cdma atau htc dengan melihat nomer kontak dari “telenan” tapi ya dasarnya sedang panik memikirkan bagaimana kelangsungan hidup si berri hitam, saya pun tak melakukan cara yang paling mudah dan didepan mata itu *self keplak* πŸ˜€

Kesalahan pertama saya adalah menyerahkan semua hal untuk mengingat kontak kepada si berri hitam dengan men-sinkronisasikan ke akun email gmail, dan tidak pernah mengotak-atik ponsel HTC saya yang OS-nya Windows phone. ponsel Cdma pun nyaris jarang disentuh kalau tidak mau telfon ke no lokal atau nomer rumah. beruntung sekarang jaman banyak aplikasi chat, langsung sign in ke berbagai aplikasi chat di Gtab, dan duaaaar… saya pun tak lagi merasa kehilangan arah πŸ˜€ Kini setelah hampir tiga minggu si berri hitam mati suri akhirnya sekarang dia sudah resmi kembali bertugas, tapi kali ini saya sudah mengantisipasinya dengan membagi tugas mengingat kontak ke semua gadget yang saya miliki.

Pelajaran penting yang dipetik dari peristiwa mati suri si berri hitam :

1. Jangan terlalu percaya kepada satu gadget untuk mengingat semua kontak yang kita miliki, kalau mencatat nomer ponsel di buku agenda sudah tidak trend lagi, memback-up kontak di ponsel dengan email menjadi cara yang paling mudah.
2. Rajin mensinkronisasi kontak di ponsel dengan kontak di email. Jangan terlalu percaya diri sudah menghubungkan kontak ponsel dengan email, kalau tidak sering disinkronisasi khan nga update datanya.
3. Tak ada salahnya sign up di banyak fitur chat, kita khan nga pernah tahu kapan kita membutuhkannya πŸ˜€
4. Social media seperti twitter atau facebook juga punya andil untuk menjadi penghubung kepada teman ketika gadget andalan kita tiba-tiba rusak,caranya dengan login via PC atau laptop. bisa juga dengan login dari ponsel pinjaman dari teman :p
5. Jangan terlalu sering menganiaya gadget denganΒ  banyak mendowload berbagai aplikasi sampai akhirnya dia lemot dan mati suri.
6. Jika dulu ketika ponsel belum “merajalela” seperti sekarang kita bisa hapal no telepon rumah teman, tak ada salahnya sekarang kita membiasakan diri untuk mengingat nomer ponsel , tapi sepertinya itu tak bisa berlaku buat saya karena terlalu banyak yang harus diingat selain mengingat nomer ponsel πŸ˜€

Itu aja sih tips nga jelas dan nga penting agar tidak terlalu tergantung dengan satu gadget dari saya πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s