SumBarTrip – Ngebolang di Pantai Gandoriah Pariaman

Loket Kereta di Tabin

Loket Kereta api di Tabin – Padang

Dari awal berangkat ke Padang saya memang tidak mempunyai tujuan khusus mengunjungi suatu tempat, bagi saya sudah menjejakan kaki di Bandara Minangkabau, Bukittinggi dan Jam Gadang adalah prestasi terbesar SumBarTrip kali ini, mengingat awalnya tak ada rencana travelling. murni hanya ingin memanfaatkan promo tiket pesawat Mandala yang sangat murah itu 😀 Sebisa mungkin saya agak ketat dalam budget travelling kali ini, mosok harga tiket pesawat lebih murah dari airport tax di dua bandara (Soetta dan Minangkabau) tapi saya harus menghabiskan uang sampai 10X lipat untuk membayar transpotasi selama di Padang? Nga rela! *Jiwa medit bersatu dengan semangat travelling ala backpackeran* 😀

Dulu tak pernah terfikir bahwa ada jalur kereta di Sumatera, kalaupun ada saya yakin itu adalah jalur kereta untuk mengangkut hasil perkebunan peninggalan jaman belanda atau jepang, bukan kereta api untuk transpotasi publik seperti KRL jabotetabek. Satu hari sebelumnya kami sempat diberitahu oleh seorang pedagang sekoteng (Yah ternyata di Padang ada tukang sekoteng juga hehehehehe)  bahwa kami bisa naik kereta wisata yang hanya ada pada pagi dan sore hari dari stasiun pasar tabing menuju Pariaman. kamipun berniat mencoba saran bapak pedagang sekoteng tersebut. Sekitar Jam 8.30 pagi sudah keluar dari rumah kerabat di tabing menuju stasiun, tapi ternyata segalanya tak seperti yang diharapkan, kami ketinggalan kereta yang menuju Pariaman 😦 tak ingin berlama-lama di stasiun, kami memutuskan naik bis dari depan stasiun, bentuk bisnya seperti miniarta atau kopaja dengan tarif Rp 8.000 perorang. Tak ber AC tapi karena jalanan lancar saya menjadi sedikit terhibur karena saya asik mengambil foto di sepanjang perjalanan menuju Pariaman 😀 Hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Pantai Gandoriah yang ternyata letaknya tak jauh dari Stasiun Pariaman.

Pariaman2   Pariaman

Pantai Gandoriah terletak di tengah kota Pariaman, mungkin karena letaknya yang dekat dengan permukiman dan pasar, kondisi pantai Gandoriah tidaklah sebersih pantai-pantai yang terletak di daerah pinggiran. Kalau bisa disejajarkan Pantai Gandoriah itu semacam pantai Muaro di kota Padang atau pantai Ancol di Jakarta, bedanya di pantai Gandoriah ini masih banyak dijumpai aktivitas nelayan yang menangkap ikan. Dibawah ini adalah suasana Pantai Gandoriah di siang hari :

Pantai Gandoriah Pariaman3  Pantai Gandoriah Pariaman

Pantai Gandoriah Pariaman4  Pantai Gandoriah Pariaman5

Setelah puas bermain-main di pantai Gandoriah akhirnya kami memutuskan untuk mengelilingi kota Pariaman. Pariaman sebagai daerah pesisir cuacanya sangat panas, berbeda jauh dengan Bukittinggi sejuk. Tak seperti Kota Padang dan Bukittinggi, kondisi di Pariaman cenderung lenggang, tak banyak saya jumpai aktivitas orang di jalan-jalan yang kami lalui. Dugaan saya memang melewati daerah yang tingkat huniannya rendah makanya sepi 😀

Dari Pariaman kami memutuskan untuk kembali ke Tabin tapi karena merasa masih punya cukup waktu untuk berjalan-jalan di Padang Panjang. Sempat terlintas ingin ke Batusangkar atau Maninjau tapi karena jaraknya yang jauh kami takut kemalaman kembali ke Padang. Jika itu terjadi Itu artinya kami bisa ketinggalan pesawat pulang 😦

Ternyata butuh waktu lebih tiga hari untuk menyusuri Sumatera Barat secara keseluruhan. Selamat tinggal Sumatera Barat, jika ada rezeki dan jodoh kita ketemu lagi ya *dadah-dadah* 😀

Sampai jumpa dalam short trip report selanjutnya. . .

Salam,
-N-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s