SumBarTrip – Antara Bukittinggi dan Jembatan Siti Nurbaya

IMG_8261e

Jembatan Siti Nurbaya – Kota Padang

Ketika meninggalkan Bukittinggi menuju kota Padang waktu menunjukan pukul 14.00 wib, Kami menumpang travel mobil pribadi (innova) berpenumpang 5 orang dan 1 orang supir, setiap orang dikenakan tarif Rp 20.000,- Duduk di samping sopir seorang Pelajar perempuan kelas 2 SMU yang nekat pergi dari rumah karena putus asa melihat kedua orangtuanya yang selalu bertengkar dan ingin bercerai. Kami duduk dibangku tengah, posisi yang lumayan cukup nyaman, di bangku belakang seorang lelaki setengah baya dan perempuan yang sepertinya turis lokal seperti kami 😀 Kami agak lelah dan mengantuk karena dari jam 6.00 pagi sudah mengelilingi Bukittinggi, tapi karena anak pelajar SMU tersebut terus mengajak ngobrol akhirnya kami malah terlibat pembicaraan yang ujung-ujungnya memotivasi pelajar tersebut agar lebih bisa meneerima keaadaan dan mengurungkan niatnya untuk kabur dari rumah. pelajar SMU itu tampak bingung, tapi karena memendam kekecewaan yang besar kepada orangtuanya dia tetap keukeuh tidak mau membatalkan niat untuk pergi dari rumah. Kamipun terdiam karena tidak mengerti harus bicara apalagi, kamipun tertidur ketika mobil melewati jalan raya Padang Panjang dan baru terbangun ketika mobil sampai di Bandara Minangkabau mengantarkan dua orang penumpang di belakang kami.

Hari menjelang sore ketika kami sampai di kota Padang, karena ingin membeli keripik di toko oleh-oleh Christine Hakim, akhirnya kami mampir ke Toko Christine Hakim di Jalan Nipah No.38. Tak banyak yang saya beli karena menginggat kami tidak membeli bagasi untuk trip kali ini, masing-masing dari kami hanya membawa BackPack yang ukurannya tidak terlalu besar. Foto dibawah ini tampak tidak terlalu jelas karena rupanya saya salah setting kamera *nyesel* 😦 tapi lumayanlah ada kenangan-kenangan pernah ke toko Christine Hakim yang Legendaris itu (Padahal di bandara Minangkabau ada sih toko yang jual keripik Christine Hakim 😀

Christine Hakim      Christine Hakim2

Puas berbelanja keripik, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Jembatan Siti Nurbaya, Jembatan sepanjang -/+ 60 meter ini menghubungkan kota tua Padang dengan Gunung Padang. Konon di Gunung Padang inilah tempat Siti Nurbaya dimakamkan. sore itu kami menikmati sunset dari atas Jembatan siti Nurbaya, Jembatan Siti Nurbaya membentang diatas  Sungai Batang Arau yang berada tidak jauh dari Muaro Padang.

IMG_8271e  IMG_8259e

Jembatan Siti Nurbaya  IMG_8269e

Menjelang senja Jembatan Siti Nurbaya disulap menjadi tempat untuk hangout bagi banyak anak muda di  kota tua Padang, Bangku plastik warna-warni dan asap tipis yang mengepul dari tungku disamping meja pedagang yang membakar jagung, pisang atau roti menjadi pemandangan yang khas, tampak deretan sepeda motor parkir di kiri-kanan jembatan, Hiburan yang Indah tanpa harus banyak banyak merogoh kocek 😀

IMG_8278e

Kuliner di Jembatan Siti Nurbaya

   IMG_8268e

Bergegas kami meninggalkan Kota tua Padang menuju ke Tabing ketika hari mulai gelap, Malam itu kami memutuskan untuk istirahat lebih awal agar besok pagi bisa melanjutkan perjalanan ke Pariaman. . .

-N-

Advertisements

3 thoughts on “SumBarTrip – Antara Bukittinggi dan Jembatan Siti Nurbaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s