SumBarTrip – Menikmati Panorama Goa Jepang dan Ngarai Sianok

IMG_8050e

Jembatan Limpapeh Bukittinggi Sumatera Barat

Pagi hari di Bukittinggi terasa seperti sedang berada di lemari pendingin, Udara dan arnya sukses membuat saya menggigil dan bersin-bersin. Tapi saya tak mau kalah dengan dinginnya Bukittinggi, Mandi dan bersiap trekking sudah menjadi niat saya dari baru bangun tidur 🙂 Keluar dari Lobi Hostel kami disajikan dengan pemandangan Jembatan Limpapeh. Jembatan Limpapeh adalah sebuah jembatan di atas jalan Ahmad Yani, Bukittinggi yang menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi dengan benteng Fort de Kock. Kami tidak sempat meniti Jembatan tersebut karena pagi itu perut kami sangat lapar, tujuan pertama kami adalah mencari kedai yang menjual sarapan. Ketupek sayur dan Ketupek Pical menjadi pilihan kami bersantap pagi, meskipun di Jakarta dua jenis makanan itu banyak didapati tapi tak afdol kalau belum mencicipi yang asli dari bukittinggi 😀

Dibawah ini adalah “penampakan” Ketupek sayur dan Ketupek Pical :

katupek   katupek2

Selesai sarapan kami kembali menyambangi Jam Gadang, Sedikit Penasaran kalau pagi hari di sekitar jam gadang ada apa saja sih? ternyata ada banyak tumpukan sampah sisa pengunjung yang semalam bertandang di sekitar jam gadang, ada beberapa orang petugas kebersihan yang bekerja keras membersihkan sampah, sekelompok orang yang senam aerobik, petugas dinas pariwisata yang berkali-kali mengingatkan agar menjaga kebersihan lewat speaker. sisanya beberapa burung merpati yang terbang rendah disekitar jam dan turis-turis kesasar seperti kami 😀 Penasaran ingin mengetahui suasana seputar jam gadang di pagi hari? saya punya beberapa foto sebagai ilustrasi. please enjoy the picture 😉

IMG_8061e IMG_8067e IMG_8072e

IMG_8084e    IMG_8088e

IMG_8092e  IMG_8110e

IMG_8105e  IMG_8097e

Puas berfoto dan bernasis ria di Jam Gadang kami berjalan menuju Panorama, berhenti sejenak di Goa Jepang. Sempat berniat untuk masuk menyusuri goa tapi karena tak banyak pengunjung saat itu dan waktu yang tak banyak akhirnya kami hanya berfoto disekitar Goa Belanda. cerita tentang seputar Goa Jepang diwakilkan oleh foto-foto yang saya ambil dari kamera canon ixus 105 saya saja ya *blogger yang malas bercerita panjang* 😀

IMG_8155e  IMG_8157e

IMG_8163e   IMG_8159e

IMG_8176e   IMG_8177e

IMG_8180e  IMG_8179e

IMG_8183e  IMG_8193e

Dari Goa Jepang kami berjalan menuju ngarai sianok, sengaja kami berjalan kaki karena ingin menghirup segarnya udara dan mencoba berbaur dengan kehidupan penduduk lokal disana.

IMG_8203e   IMG_8207e

IMG_8218e

Sampah di Ngarai Sianok

Secara keseluruhan saya suka dengan kondisi Bukittinggi. Panorama, Sejarah, Kuliner, Kearifan penduduk Lokalnya sangat memikat perhatian saya. Hanya satu yang sedikit menganggu pikiran saya, SAMPAH!!! Yaa… Tumpukan sampah yang saya temui di beberapa tempat wisata terasa sangat mengganggu.

Ketika Trekking turun ke Ngarai Sianok  saya menjumpai banyak tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di tepi ngarai, Menyedihkan. . . Saya yang bukan penduduk sana saja merasa sangat kecewa dengan beberapa oknum yang tidak disiplin menjaga kelestarian dan keindahan alam bukittinggi. beberapa orang teman yang berasal dari Bukittinggi juga sependapat dengan kekecewaan saya 😦

Mungkin bagi beberapa orang yang belum pernah ke Bukittinggi bertanya-tanya, ada apa sih di Ngarai Sianok sehingga menarik perhatian banyak orang menuju kesana? Selain ada pemandangan ngarai yang hijau dan Indah, salah satu tujuan saya ke Ngarai Sianok adalah mencoba Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai yang sangat terkenal kelezatannya dan tidak ada cabangnya itu, maklum saya adalah pecinta makanan berbahan dasar bebek, lagi-lagi tak afdhol rasanya kalau  belum mencicipi kuliner yang legendaris itu 😀

itiak lado   Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai

  Ngarai Sianok   Ngarai Sianok2

Ngarai Sianok3  ngarai Sianok5

Berakhir sudah perjalanan menyusuri Panorama Ngarai Sianok, selanjutnya kami harus kembali ke kota padang untuk mengambil beberapa barang yang dititipkan di rumah salah satu kerabat di Tabing. Perjalanan kembali ke kota padang dan keesokan harinya ke Pariaman akan saya lanjutkan dalam postingan berikutnya. Agak berat rasanya meninggalkan bukittinggi, secara keseluruhan saya suka dengan cuaca, keindahan alam dan kuliner Bukittinggi. tak lupa kami mampir ke pasar ateh dan pasar bawah untuk mencicipi makanan khas seperti bika bakar dan membeli beberapa oleh-oleh.

Karipik  Bika Hj. Dan

dadah-dadah Kapau Uni Lis, keripik sanjai, benteng Fort de Kock, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan serta  Rumah kelahiran Bung Hatta. Sampai bertemu kembali dalam perjalanan jelajah Sumatera Barat selanjutnya 🙂

-N-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s